Terima Kasih Atas Kunjungannya. Bagi Anda yang Ingin Menyetorkan ZIS, Silakan Klik di Laman Contacts

Kamis, 17 Januari 2013

18 RIBU



18 Ribu

Satu hari di tahun ’99, saya pulang.
Di tangan, ada duit lembaran ribuan, dari teromol jamaah.
“Lumayan Pak Ustadz, 18rb…”. Perih saya nerima.
Tapi ini pengajian ke-8. Tidak ada bayaran dan tidak pula meminta bayaran, dari pengajian pertama s/d ke-8.
Di Mushalla kecil di terminal Kalideres, pada mau ngaji aja udah bagus.
Selain tidak sampai hati, juga tidak mungkin rasanya saya minta.
Pagi, sampe sore, saya mencoba mencari penghidupan, dengan jualan ini itu, sampe misalnya jadi tukang servis komputer keliling.
Di tas, bawa tespen, mainboard, harddisk, memori, VGA card, dll.
Saya menerima uang itu… Saya sampaikan ke istri, “Ini Kaka ga minta. Ini dari Allah. Pegang saja…” Dan saya tau, istri saya, Maemunah yang saat itu masih sangat belia, 14th, menyisihkan lagi… Untuk sedekah.

sumber : http://yusufmansur.com

Minggu, 13 Januari 2013

Visi dan Misi BAZNAS HSU

  • Visi BAZNAS HSU 
Visi merupakan cara pandang jauh ke depan atau gambaran yang ideal tentang keadaan masa depan organisasi. Karena amanah yang diemban BAZNAS HSU begitu mulia dan penuh tanggungjawab, maka BAZNAS HSU menetapkan visi adalah : " Terwujudnya lembaga zakat yang amanah, professional dan transparan menuju masyarakat sejahtera " 

  • Misi BAZNAS HSU 
Misi adalah cara atau kegiatan untuk mencapai visi, yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi, sesuai dengan Visi yang telah ditetapkan, agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Misi organisasi merupakan gambaran perencanaan dan program organisasi. Adapun misi BAZNAS Hulu Sungai Utara adalah : 
  1. Membangun sistem manajemen, meliputi standarisasi aturan, struktur organisasi dan sumber daya manusia,
  2. menuju BAZNAS HSU sebagai lembaga zakat yang professional dan modern,  
  3. Membina potensi umat untuk menunaikan zakat, infaq dan shadaqah secara optimal,  
  4. Mendayagunakan dana umat bagi peningkatan kualitas masyarakat,
  5. Menjalin kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat untuk peningkatan fundraising. 
  • Moto BAZNAS HSU
Moto merupakan prinsip yang dipegang oleh organisasi untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Adapun moto yang digunakan BAZNAS Hulu Sungai Utara adalah : " Amanah dan Profesional sesuai peraturan yang berlaku " 

Jumat, 21 Desember 2012

INFAQ ITU ADALAH...........

INFAQ

Kata INFAAQ adalah dari akar kata N-F-Q, yang berarti membayar (uang) atau membagikan (hadiah) dan lain lain. Kata NAFAQ, yang jamaknya “ANFAAQ”, juga berarti lubang wirog atau tikus, terutama sebuah lubang yang mempunyai dua ujung tempat masuk, sedemikian rupa sehingga wirog atau tikus-tikus tersebut dapat masuk dari ujung yang satu dan keluar pada ujung lainnya. Kata “NAIFAQ“ berarti bagian dari pantaloon/ celana panjang yang ditekuk ke bawah bagian atasnya, dan dijahit dan ikat pinggang masuk melaluinya dari satu sisi dan muncul dari sisi lain. Dari arti inilah kata INFAAQ dapat dipahami, yaitu untuk mendapat uang pada satu sisi dan membelanjakannya pada sisi lainnya, tanpa menimbun.
Perkataan Arab untuk seorang munafik adalah MUNAAFAQ yang juga mempunyai akar yang sama N-F-Q, menandakan bahwa ia mempunyai dua pilihan yang terbuka bagi dia. Ketika ia berada bersama orang-orang kafir, ia berkata, “Aku seorang kafir” dan ketika ia berada bersama orang-orang beriman, ia berkata, “Aku seorang yang beriman”.
Perintah Allah tentang INFAAQ (menafkahkan/ mengeluarkan harta/ membelanjakan uang)
Di ayat 2:254, Allah memerintahkan infaq.
2:254. Wahai orang-orang yang percaya, nafkahkanlah sebagian dari apa yang Kami rezekikan/ berikan kepadamu, sebelum datang satu hari yang padanya tiada jual beli, dan tiada persahabatan, dan tiada juga syafaat (perantaraan); dan orang-orang yang tidak percaya – merekalah orang-orang yang zalim.
Mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang ber-infaq karena Allah:
8:3. Orang-orang yang menegakkan sholat, dan menafkahkan (membelanjakan) apa yang Kami merezekikan kepada mereka.
8:4. Mereka itulah sebenarnya orang-orang mukmin; bagi mereka derajat-derajat di sisi Pemelihara mereka, dan keampunan, dan rezeki yang mulia.
Setiap klaim kesalehan atau kebajikan adalah palsu, kecuali jika orang tersebut ber-infaq karena Allah:
3:92. Kamu tidak akan mencapai kebajikan (al-bir) sehingga kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu menafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Dekatnya kepada Allah dapat diperoleh dengan  ber-infaq karena Allah:
Quran menyebutkan bahwa suatu jalan/ cara untuk mencapai kedekatan kepada Allah adalah berinfaq karena Allah:
9:99. Dan di antara orang-orang Arab yang mempercayai Allah dan Hari Akhir, dan mereka menganggap apa yang mereka nafkahkan sebagai suatu cara mendekatkan mereka kepada Allah, dan sholawat (dukungan/ perhatian dari) Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu akan menaikkan derajat mereka kepada Allah, dan Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya; sesungguhnya Allah Pengampun, Pengasih.
Ber-infaq dari apa?
A. Dari apa saja yang Allah berikan, baik banyak maupun sedikit:
Menurut ayat 2:3, 2:254, 4:39, 13:22, 14:31, 22:35, 28:54, Allah berfirman bahwa ber-infaq adalah DARI APA YANG  ALLAH TELAH  KAMI BERIKAN KEPADA MEREKA/ KAMU (MIMMA RAZAKNAHUM/ KUM). Ini berarti baik sedikit ataupun banyak, dari apa yang Allah telah berikan, kita harus ber-infaq dari itu. Allah tidak menyebutkan suatu jumlah minimum yang harus kita punyai sebelum ber-infaq. Jika kita mempunyai sedikit, kita harus ber-infaq dan jika kita mempunyai lebih banyak, kita juga harus ber-infaq.
B. Pada saat berkelebihan maupun kekurangan:
Ayat 3:134 menjelaskan bahwa ber-infaq adalah pada waktu makmur maupun pada saat kekurangan, yaitu pada waktu yang baik/ longgar maupun sempit.
C. Yang kaya ber-infaq menurut cara mereka dan yang miskin ber-infaq menurut cara mereka
Menurut suatu prinsip yang diperoleh dari ayat 65:7, si kaya perlu ber-infaq menurut cara mereka dan si miskin perlu ber-infaq menurut cara mereka.
Ber-infaq untuk tujuan apa?
Ber-infaq karena Allah  (2:195).
Ber-infaq kepada siapa?
-       Orang tua (ibu dan bapak),
-       Famili; keluarga dekat, (2:233, 4:9)
-       Yatim piatu, para janda, dan mereka yang hidup tanpa harapan,
-       Mereka yang pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan dasar mereka, mereka yang bisnisnya gagal, dan mereka yang kehilangan pekerjaan,
-       Musafir yang perlu bantuan, tunawisma, anak jalanan dan seseorang yang datang ke kotamu dalam kondisi miskin (2:215)
-       Kaum fakir miskin yang menderita karena Allah dan tidak bisa merantau mencari rizki.
-       Mereka yang tidak mampu berusaha di muka bumi untuk mencari penghidupan.
-       Seseorang, yang tidak acuh pada kondisi mereka, yang dikira bebas dari kekurangan, karena mereka berpantang memohon. Tetapi kamu dapat mengenali mereka melalui tanda pada wajah mereka karena mereka tidak selalu meminta kepada orang-orang (2:273).
Ber-infaq berapa banyak?
Dari apapun yang berlimpah dan lebih harus dibelanjakan (2:219).
Jangan terlalu pelit dan jangan terlalu boros (17:19).

Bagaimana cara ber-infaq? Tatakramanya:
-       Tidak menceriterakan pemberianmu kepada orang-orang.
-       Tidak menyakiti mereka dengan ucapan yang menyakitkan (2:262),
-       Tidak mengingatkan mereka perihal kedermawananmu
-       Tidak mencela mereka yang kamu beri, terhadap apa yang kamu anugerahkan kepada mereka
-       Tidak pamer kepada manusia (2:264, 4:38)
-       Ber-infaq dapat terbuka atau rahasia  (2:274, 13:22, 14:31, 35:29)
-       Ber-infaq dari apa yang  TAYYAB,  yaitu apa yang baik dan kamu sukai  (2:267)
-       Ber-infaq dari berbagai hal yang kamu cintai (3:92)
-       Ber-infaq dari hasil usaha yang baik dan dari hasil bumi
-       Jangan memilih yang buruk (2:267)
Kapan ber-infaq?
Ber-infaq siang malam (2:274), kapanpun kamu mempunyai harta lebih dan ada yang membutuhkan. Tidak ada masa tunggu satu tahun sebelum ber-infaq.
Pembebasan
Hanyalah mereka yang dikecualikan untuk ber-infaq karena Allah, siapa saja yang benar-benar tidak mempunyai harta untuk ber-infaq tetapi mereka harus tulus hati karena Allah  (9:91)
Memberi:
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan secara boros. (17:26)

sumber : http://muslimsaja.wordpress.com/2010/08/30/apakah-infaq-itu/